Anda Penggemar berat Indonesia Got Talents tentu tidak asing dengan Gadis Yang satu ini, yaa…Namanya Heni Candra Hidayah umurnya 20 tahun. Penampilan perdananya pada Audisi Indonesia Got Talent’s di Salah satu TV Swasta Nasional memukau pemirsa dan juri. Tak Kurang Juri Ria Irawan sampai meneteskan air mata dan menutup telinga ketika mendengarkan petikan gitar dan lantunan suaranya yang melengking tinggi.
Heni, Dilahirkan tanpa bisa melihat dunia namun sejak kecil telah dibimbing oleh ibunya untuk menekuni keahlian mengolah vokalnya. Saya yakin, butuh kesabaran ekstra untuk melatih seorang Heni untuk bisa seperti sekarang ini. Cara memetik gitarnya yang “aneh” diluar dari cara kebanyakan orang bermain gitar, ditambah olah vokalnya yang tidak bisa dianggap “kacangan” karena mampu memainkan nada-nada tinggi tanpa kesulitan.
Memiliki talenta bagi Heni adalah wujud sebuah perjuangan. Mengalami kekurangan penglihatan, tekad gadis asal Bandung ini begitu kuat untuk memiliki kemampuan yang dapat dibanggakan."Iya, Heni harus mandiri supaya tidak merepotkan orang," ujar sang ibu yang selalu mendampingi Heni sejak audisi. Mendidik Heni untuk mandiri sejak kecil memang sudah menjadi keputusan kedua orang tuanya. Termasuk memasukan Heni ke sekolah khusus, dimana ia diajar untuk bisa mengurus dirinya sendiri. Wajar, bila siswa kelas 3 SMA SLB Wiyataguna Pajajaran ini sangat akrab dengan penghuni asrama di sekolahnya. Tidak ada yang tahu, saat tampil di semifinal, salah seorang sahabatnya di asrama meninggal dunia akibat sakit.
"Sedih sekali, saat harus tampil mendengar kabar seperti itu. Bahkan sampai saya menangis," kenangnya. Lagu Rindu Setengah Mati milik dmasiv pun seakan menceritakan perasaan Heni saat itu.Tampil di final, Heni membawakan lagu Rossa yang judulnya Memeluk Bulan. Suara beningnya mampu membius penonton yang menyaksikannya. Namun sayang, Mama Ina sempat mengkritik penampilan Heni yang dinilai kurang maksimal.
Perjuangan Heni di malam berikutnya juga tidak mudah. Ia harus berhadapan dengan Vania dan Deden yang sama-sama memiliki talenta bernyanyi. Seakan menjawab keraguan, Heni kembali ke penampilan awal dengan menggunakan gitar. Juri Ria Irawan pun langsung memujinya.
"Ini Heni yang membuat saya merinding di semifinal," ujar juri yang sejak awal selalu meminta Heni memainkan alat musik. Lagu Percaya Padaku milik Ungu pun tuntas dibawakan. Sayangnya, Heni harus berhadapan dengan King di babak pilihan juri. Siapakah yang terpilih?Perjuangan Heni ternyata belum berakhir. Pilihan dua juri mutlak memilihnya untuk masuk ke babak 12 besar. Melihat kemenangan Heni bagaikan melihat kemenangan hati. Hati seorang tunanetra bertalenta yang tidak ingin diperlakukan berbeda.