BERANDA

Cari Blog Ini

Selasa, 26 Juni 2012

MAKALAH PDRB KABUPATEN SUSOH

 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada kehadirat Allah SWT, karena Berkat Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas pendataan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya yang berbentuk makalah dengan baik dan benar.

Pendataan ini bertujuan untuk memenuhi tugas dari Dosen Pembimbing Mata Kuliah “ DASAR – DASAR GEOGRAFI EKONOMI ”.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing Mata Kuliah             Dasar – Dasar Geografi Ekonomi yaitu Bapak Pril Huseni, SE, yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kami dalam proses perkuliahan.

Kami menyadari bahwa dalam pendataan PDRB dan penulisannya masih jauh dari kesempurnaan, Berdasarkan hal tersebut kami mengharapkan masukan berupa kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi kami dari Kelompok III. Amin Yarabbal ‘Alamin.

                                                                                          Desa Gadang Rawa, 15 Juni 2012
                                                                                                  Ketua Kelompok Susoh I



                                                                                                       A   Y   U   Z   A   L
                                                                                                       NPM : 1111000583



ANGGOTA KELOMPOK SUSOH I

       ANGGOTA 1                                ANGGOTA 2                             ANGGOTA 3



    A S N A W A T I                       ASHARI EKO PUTRA                    S  A  R  I  N  A  H
   NPM : 1111050110                           NPM : 1111050107                   NPM : 1111050059


       ANGGOTA 4                                ANGGOTA 5                             ANGGOTA 6



  D E V A   L I A N I                       MUHAMMAD HUSNI                  SISKA DIANA SARI               NPM : 1111050085                           NPM : 1111050089                     NPM : 1111050070


DAFTAR ISI
                                                                 
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I    KABUPATEN 
A.  Kabupaten Aceh Barat Daya 
B.  Perekonomian di Kabupaten Aceh Barat Daya
C.  Potensi di Kabupaten Aceh Barat Daya
     1.  Perkebunan
     2.  Pertanian
     3.  Ketuhanan
     4.  Perikanan
     5.  Pariwisata
     6.  Pertambangan
D.  Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya

BAB II   KECAMATAN
A. Pengertian Kecamatan
B. Kecamatan Susoh
     1.  Mukim Durian Rampak
     2.  Mukim Palak Kerambil
     3.  Mukim Pinang
     4.  Mukim Rawa

BAB III PDRB KECAMATAN SUSOH
A.  PDRB Kecamatan Susoh Tahun 2012
     1.  Sektor Pertanian
     2.  Sektor Perkebunan
     3.  Sektor Perikanan
     4.  Sektor Pertambangan
     5.  Sektor Jasa
     6.  Sektor Perdagangan
     D.  Jumlah Keseluruhan Sektor

BAB I
KABUPATEN

A.     Kabupaten Aceh Barat Daya
Kabupaten Aceh Barat Daya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Kabupaten ini resmi berdiri setelah disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2002. Aceh Barat Daya sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan bukanlah merupakan ekses dari reformasi pada tahun 1998 semata. Meskipun perubahan pemerintahan nasional saat itu mempercepat pemekaran tersebut, namun wacana untuk pemekaran itu sendiri sudah berkembang sejak sekitar tahun 1960-an. Wilayah ini termasuk dalam gugusan pegunungan Bukit Barisan. Penduduk Aceh Barat Daya didominasi oleh etnis Aceh (88%). Sedangkan sisanya adalah orang-orang Minangkabau atau yang biasa dikenal dengan Aneuk Jamee (12%).

B.     Perekonomian di Kabupaten Aceh Barat Daya
           Aceh Barat Daya mengandalkan sektor pertanian dan perdagangan untuk kelangsungan perekonomiannya. Hal ini ditunjang dengan posisinya yang sangat strategis di jalur dagang kawasan barat Aceh, khususnya kota Blangpidie yang sejak dulu menjadi pusat perdagangan di pantai barat Aceh. Sebenarnya bila kondisi keamanan semakin membaik, banyak sekali potensi yang dapat digali di kawasan ini, seperti pariwisata, karena posisinya yang merupakan paduan antara pantai Samudera Hindia dan Bukit Barisan yang hijau. Selain itu Aceh Barat Daya dapat dikembangkan sebagai kawasan agroindustri, agribisnis dan peternakan terpadu serta sektor lain yang akan berkembang.

C.     Potensi di Kabupaten Aceh Barat Daya
1.      Perkebunan
       Potensi wilayah 32.417 Ha, areal Taman 11.850 Ha, cadangan areal 20.567 Ha.

2.      Pertanian
Potensi wilayah 21.296 Ha, areal taman 16.450 Ha, cadangan areal 4.846 Ha.

3.      Kehutanan
Hutan lindung 31.375 Ha, Taman Nasional Gunung Leuser 62.400 Ha, Hutan Produksi Terbatas 36.165 Ha.

4.     Perikanan
·      Darat: Budi Daya Air Payau 10 Ha, Budi Daya Air Tawar 20 Ha
·      Laut/Danau/Sungai: Kerambah 5 unit (sungai)


 5.     Pariwisata
·      Wisata Alam Gosong Sangkalan, Taman Wisata Cemara Indah, Wisata Pantai Kuala.
·    Pariwisata Gunung: Bendungan irigasi Krueng Susoh Blang Pidie, Marga Satwa Leuser (Pucuk Kila).

6.      Pertambangan
Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup kaya, diantaranya Bijih Besi, Pasir Zirkon dan Galena. Juga terdapat batuan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk mineral. Namun hingga saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dalam mempercepat pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral, sesuai dengan Qanun No. 1 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah telah terbentuk SKPD Dinas Pertambangan dan Energi.

D.      Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya
   Kabupaten Aceh Barat Daya terdiri dari 9 Kecamatan dan dan terdiri dari 132 desa/kelurahan, yang meliputi :
·      Babah Rot (1 Mukim, 7 desa/kelurahan)
·      Blangpidie (1 Mukim, 20 desa/kelurahan)
·      Jeumpa (4 Mukim, 10 desa/kelurahan)
·      Kuala Batee (3 mukim,20 desa/kelurahan)
·      Lembah Sabil (3 mukim, 12 desa/kelurahan)
·      Manggeng (1 mukim, 18 desa/kelurahan)
·      Setia (2 mukim, 6 desa/kelurahan)
·      Susoh (4 mukim, 29 desa/kelurahan)
      .     Tangan-Tangan (1 mukim, 15 desa/kelurahan)





BAB II
KECAMATAN

A.       Pengertian Kecamatan
       Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kabupaten atau kota. Kecamatan terdiri atas desa-desa atau kelurahan-kelurahan. Kecamatan atau sebutan lain adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota (PP. 19 tahun 2008). Kedudukan kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh camat. Pembentukan kecamatan adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai kecamatan di kabupaten/kota. Penghapusan kecamatan adalah pencabutan status sebagai kecamatan di wilayah kabupaten/kota. Penggabungan kecamatan adalah penyatuan kecamatan yang dihapus kepada kecamatan lain.
      
       Kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh camat. Sedangkan Camat berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris daerah. Organisasi kecamatan dipimpin oleh (1) satu camat, 1 (satu) sekretaris (kecamatan), paling banyak 5 (lima) seksi yang masing-masing dipimpin oleh 1 (satu) kepala seksi, dan sekretariat membawahkan paling banyak 3 (tiga) sub bagian yang masing-masing dikepalai oleh 1 (satu) kepala sub bagian.

B.       Kecamatan Susoh
       Susoh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Nanggröe Aceh Darussalam, Indonesia. Berikut adalah Daftar Desa/Kelurahan per Mukim yang ada di Kecamatan Susoh :
1.     Mukim Durian Rampak
-       Desa Barat
-       Desa Durian Jangek
-       Desa Durian Rampak
-       Desa Palak Hilir
-       Desa Palak Hulu
-       Desa Pante Perak
-       Desa Rumah Dua Lapis

2.    Mukim Palak Kerambil
-       Desa Baharu
-       Desa Kedai Palak Kerambil
-       Desa Kedai Susoh
-       Desa Ladang
-       Desa Panjang Baru

3.     Mukim Pinang
-       Desa Padang Baru
-       Desa Pawoh
-       Desa Pinang
-       Desa Pulau Kayu
-       Desa Rumah Panjang
-       Desa Ujung Padang

4.    Mukim Rawa
-       Desa Blang Dalam
-       Desa Cot Macang
-       Desa Gadang
-       Desa Kepala Bandar
-       Desa Lampoh Drien
-       Desa Meunasah
-       Desa Padang Hilir
-       Desa Padang Panjang
-       Desa Rubek Meupayong
-       Desa Tengah



BAB III
PDRB KECAMATAN SUSOH

A.       PDRB Kecamatan Susoh Tahun 2012
       PDRB adalah singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto atau bias di sebut juga pendapatan dalam daerah. PDRB terdiri dari banyak sektor, diantaranya adalah :
1.   Sektor Pertanian
    Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Sektor Pertanian terdiri dari : Padi, Jagung, Terong, Kacang, Bawang Merah, Cabe Besar, Sayuran dan lain – lain.



     Kert :
-     Padi di produksi setelah panen. Harga jualnya Rp 5.000.000 / kali panen. Padi dalam setahun panen sebanyak 2 kali.
-       Jagung Harga jualnya 1 buah Rp 2,000. Dalam sehari terjual sebanyak 15 buah Jagung.
-       Terong Harga Jualnya Rp 6.000/kg. Dalam sehari terjual sebanyak 2 kg.
-       Harga jual Kacang Rp 24.000/bambu dalam sehari.
-       Bawang Merah harga jualnya Rp 8.000/kg.
-        Cabe Besar harga jualnya Rp 40.000/kg.
-      Sayuran terdiri dari beberapa sayur. Satu ikat sayur rata – rata Rp 1.000, Jadi dalam satu hari terjual 20 ikat sayur.

2.     Sektor Perkebunan
     Lahan perkebunan adalah lahan usaha pertanian yang luas, biasanya terletak di daerah tropis atau subtropis, yang digunakan untuk menghasilkan komoditi perdagangan (pertanian) dalam skala besar dan dipasarkan ke tempat yang jauh, bukan untuk konsumsi lokal. Perkebunan dapat ditanami oleh tanaman keras/industri seperti kakao, kelapa, dan teh, atau tanaman hortikultura seperti pisang, anggur, atau anggrek. Sektor Perkebunan terdiri dari : Sawit, Nilam, Pisang dan lain – lain.
    Ket :
-     Sawit di ambil hasilnya selama 20 ( dua puluh ) hari sekali. Dalam satu kali pengambilan sebanyak 4 ton, harga 1 ton sawit Rp. 120.000,-. Jadi keseluruhannya adalah Rp 4.800.000,-. Dalam setahun 18 kali di Produksi.
-    Nilam di ambil hasilnya selama 3 ( tiga ) bulan sekali dengan harga Rp 700.000,-. Dalam setahun berarti 4 kali di produksi.
-        Pisang harga jualnya dalam sehari Rp 30.000.

3.    Sektor Perikanan
    Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi dan berbagai avertebrata penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Usaha perikanan adalah semua usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan (usaha penetasan, pembibitan, pembesaran) ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha (komersial/bisnis). Sektor Perikanan terdiri dari : Tambak, Laut dan lain – lain.
    Ket :
-   Tambak berarti hasil penjualan ikan dari air tawar. Dalam satu hari penjualannya sebanyak ½ kg. 1 kg harganya Rp 40.000.
-      Hasil penjualan ikan dari laut sebanyak 15 tumpuk ikan. Satu tumpuk ikan seharga Rp 15.000.
 
4.     Sektor Pertambangan
   Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas). Sektor Perikanan terdiri dari : Minyak Tanah, Biji Besi dan lain – lain.
    Ket :
-      Minyak Tanah di jual per bambu Rp 22.000. Dalam sehari terjual 15 bambu.
-      Batu Besi dalam sehari pendapatannya rata – rata 603.

5.    Sektor Jasa
    Dalam ilmu ekonomi, jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Sektor Jasa terdiri dari : Tukang Cukur, Tukang Jahit, Tukang Tambal Ban, Tukang Bangunan, Tukang Becak dan lain – lain.
    Ket :
-      Tukang Cukur satu kepala Rp 10.000. Dalam sehari 10 kepala.
-      Tukang Jahit dalam sehari bias mencapai Rp 500.000.
-      Tukang Tambal Ban satu kali tambal ban Rp 8.000. Dalam sehari 3 kali tambal ban.
-      Tukang Bangunan sehari rata – rata Rp 50.000.
-      Tukang Becak dalam sehari bias mendapatkan uang sebesar Rp 80.000.

6.    Sektor Perdagangan
     Perdagangan atau perniagaan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya. Pada masa awal sebelum uang ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang. Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan penukaran uang. Setiap barang dinilai dengan sejumlah uang. Pembeli akan menukar barang atau jasa dengan sejumlah uang yang diinginkan penjual.
    Ket :
-  Usaha Mie So dan Mie Goreng di Kampung Gadang Rawa Dusun Sepakat semangkok/piring Rp 3.000. dalam satu hari rata – rata pendapatannya 50 mangkok/piring.
-     Jualan barang sembako dalam sehari terjual beberapa barang. Jadi pendapatannya Rp 200.000/hari.
-        Jualan kue dijual satu buah dengan harga Rp 500. Dalam sehari terjual 300 buah kue.
-        Usaha warnet pendapatannya dalam sehari semalam rata – rata Rp 250.000.

B.       Jumlah Keseluruhan Sektor
        Jumlah keseluruhan dari Sektor Pertanian, Sektor Perkebunan, Sektor Perikanan, Sektor Pertambangan, Sektor Jasa dan Sektor Perdagangan adalah sebagai berikut: