BERANDA

Cari Blog Ini

Senin, 21 November 2011

PENDIDIKAN SEBAGAI PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL

MAKALAH :

PENGANTAR SOSIOLOGI DAN ANTRAPOLOGI

TENTANG

 PENDIDIKAN SEBAGAI PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL

D
I
S
U
S
U
N

O
L
E
H

KELOMPOK VI

                        NAMA                                       :     AYUZAL
                                                                                 KHAIRUNNAS
                                                                                 NASRIMAN
                                                                                 T.R. MUDA M. YUNUS
                        UNIT                                         :     B
                        SEMESTER                              :     I (SATU)
                        DOSEN PEMBIMBING         :     T. RAHRURRAZI, S.Pd


UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN DUNIA USAHA EKONOMI
BANDA ACEH KAMPUS ABDYA


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami, sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang membahas tentang “PENDIDIKAN SEBAGAI PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL”. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang apa itu PENDIDIKAN SEBAGAI PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL.

Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



Blangpidie, 23 November 2011
Penulis,


  Anggota 1             Anggota 2                Anggota 3                      Anggota 4





A Y U Z A L      KHAIRUNNAS       NASRIMAN        T.R. MUDA M. YUNIS


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR IS

BAB I... PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang

BAB II.. PENDIDIKAN SEBAGAI PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL
A.     Arti Perubahan Sosial
B.     Teori-teori Perubahan Sosial
C.     Pendidikan Nasional sebagai Pendorong Perubahan Sosial

BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
            Pada masa sekarang ini, kita dihadapi perbagai persoalan dan perubahan sosial (masyarakat) yang unpredictability (ketidakmampuan untuk memperhitungkan apa yang akan terjadi). Hal ini menuntut adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik. Perubahan itu sendiri didorong oleh tiga faktor, yaitu: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kependudukan, dan faktor ekologi atau lingkungan hidup.

Menurut Kuntowijoyo (1997) ada tiga tahapan perubahan masyarakat. Pertama, tahap masyarakat ganda, yakni ketika terpaksa ada pemilahan antara masyarakat madani (civil society) dengan masyarakat politik (political society) atau antara masyarakat dengan Negara. Karena adanya pemilahan ini, maka dapat terjadi Negara tidak memberikan layanan dan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Kedua, tahap masyarakat tunggal, yaitu ketika masyarakat madani sudah berhasil dibangun. Ketiga, tahap masyarakat etis (ethical society) yang merupakan tahap akhir dari perkembangan tersebut. Masyarakat etis, yakni masyarakat yang dibentuk oleh kesadaran etis, bukan oleh kepentingan bendawi. Kesadaran etis ini pun mengimplikasikan keragaman nilai etis yang perlu dicari kompatibilitasnya dalam nilai-nilai universal dan nilai-nilai pancasila.

H.J. Suyuthi Pulungan mengutip pendapat Alvin Toffler (buku future shock tahun 1970) bahwa garis perkembangan peradaban manusia terangkum ke dalam tiga gelombang (third wave). Gelombang pertama (first wave) disebut fase pertanian, yang menggambarkan betapa bidang pertanian telah menjadi basis peradaban manusia. Pada fase ini, keberhasilan dan kekuasaan ditentukan oleh tanah dan pertanian. Gelombang kedua (second wave) disebut sebagai fase industri, lantaran industri menjadi poros dan sumber pengaruh dan kekuasaan. Peradaban manusia pun didominasi oleh para penguasa industri yang umumnya terdiri kaum konglomerat dan pemilik modal. Gelombang ketiga (third wave) disebut fase informasi. Menempatkan informasi sebagai primadona dan penentu kesuksesan. Toffler pun membuat semacam prognosis, bahwa “siapa yang menguasai informasi maka ia akan menguasai kehidupan.

Melihat ketiga faktor perubahan dan perkembangan peradaban yang telah diramalkan oleh Toffler sejak 1970, sekarang kita berada pada fase ketiga, yaitu fase informasi. Indikatornya adalah maraknya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Dunia, sebagai salah satu faktor pendorong perubahan sosial dan peradaban manusia.

Dalam fase ini, siapa yang menguasai informasi, baik ilmu pengetahuan dan teknologi, ia akan dapat mengusai Dunia. Bangsa Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) karena mayoritas pendudukannya buta akan informasi dan sulit mengakses pendidikan yang modern (maju), maka bangsa kita jauh ketinggalan dengan Negara lain.

Pertanyaan kemudian, benarkah pendidikan merupakan salah satu faktor perubahan? Dalam makalah ini, akan dibahas mengenai pendidikan/pendidikan nasional sebagai pendorong perubahan  social.

BAB II
PENDIDIKAN SEBAGAI PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL

A.  Arti Perubahan Sosial
            Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

            Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

            Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.

            Para pakar sosiologi telah mengumpulkan dan menganalisis berbagai studi mengenai perubahan sosial (sosial changes). Dari berbagai studi tersebut dapat digolongkan penelaahan perubahan sosial tersebut berputar kepada enam persoalan pokok, yaitu :
  1. Apakah sebenarnya yang berubah ? Pertanyaan ini tertuju kepada struktur sosial yang mengalami berbagai perubahan. Struktur sosial misalnya keluarga. Lembaga-lembaga sosial, lembaga-lembaga keagamaan, lembaga-lembaga politik dan bermacam-macam jenis lembaga yang ada di dalam suatu masyarakat. Perubahan tersebut ada yang lambat ada pula yang berjalan dengan cepat.
  2. Bagaimana hal tersebut itu berubah ? Perubahan sosial tersebut tentunya mengambil berbagai bentuk perubahan sesuai dengan kondisi dimana perubahan terjadi.
  3. Apa tujuan perubahan itu ? Sudah tentu perubahan sosial yang terjadi bukanlah suatu perubahan yang otomatis dan mekanistis, tetapi tentunya mempunyai suatu tujuan.
  4. Seberapa cepat perubahan itu ? Perubahan sosial ada yang secara revolusioner, mungkin ada yang berjalan secara bertahap. Perubahan secara bertahap pun berjenis-jenis, ada yang cepat ada yang lambat.
  5. Mengapa terjadi perubahan ? Seperti yang telah kita lihat dalam pertanyaan nomor 3, perubahan sosial selalu mempunyai tujuan. Oleh sebab itu, tentunya ada sebab-sebab mengapa terjadi perubahan.
  6. Faktor-faktor apa saja yang berperan di dalam perubahan tersebut ? Suatu perubahan sosial mengenai kehidupan bersama manusia tentunya mempunyai berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan suatu jaringan dari berbagai faktor yang telah menyababkan perubahan sosial tersebut. Pertanyaan 2, 3, dan 4 memerlukan tinjauan histories.

            Dari sini nampak bahwa manusialah faktor utama terjadinya sebuah perubahan. Pada dasarnya, manusia tak lepas dari perkembangan individu baik karena pergumulan/interaksi antar sesama maupun proses belajar atau pun mengajar. Contohnya:  ketika kita mengenal komputer, maka kita gunakan komputer sebagai alat menulis yang sebelumnya menggunakan mesin ketik manual. Dalam hal ini terjadi perubahan seseorang setelah dia mengenal komputer dia meninggalkan mesinketik manual.

B.  Teori-teori Perubahan Sosial
  • Linear Theory : melalui tahapan-tahapan (stage) dan selalu menuju ke depan; misalnya adanya perubahan masyarakat, dari masyarakat buta huruf menjadi masyarakat melek huruf.
  • Spiralic Theory : melalui pengulangan-pengulangan diiringi kematangan didalamnya; misalnya pandangan masyarakat dalam berpolitik dengan sistem multipartai.
  • Cyclical Theory : melalui putaran panjang yang pada suatu saat menemukan track yang pernah dilalui ; misalnya kembalinya masyarakat Barat kepada hal-hal yang natural dalam pengobatan, keyakinan, dsb.
  • Teori Historis : Kemajuan masyarakat mengacu masyarakat maju berdasar jamannya. Episentrumnya berpindah-pindah; dari Sungai Indus (India), Sungai Yang Tse (Cina), Lembah Sungai Nil (Mesir), Yunani-Romawi, Eropa Barat, Amerika Utara, sampai Jepang.
  • Teori Relativisme : Kemajuan masyarakat mengacu masyarakat Barat, khususnya AS. Episentrumnya Barat. Modernisasi = westernisasi. Kriteria: teknologi maju, organisasi sosial mendukung, ekonomi maju, dan politik mapan.
  • Teori Analiti : Kemajuan masyarakat ditandai dari berbagai aspek: ekonomi, politik, keluarga, mobilisasi sosial, dan agama yang semuanya itu bertumpu pada perkembangan iptek (pendidikan).

Teori-teori ini memberikan gambaran mengenai bentuk-bentuk perubahan sosial (sosial change) yang terjadi di masyarakat. Misalnya Linear Theory, dengan melalui beberapa tahap menuju ke depan, atau menuju perubahan yang lebih baik. Contohnya perubahan masyarakat yang awalnya buta huruf menjadi melek huruf setelah adanya pendidikan.


C.  Pendidikan Nasional sebagai Pendorong Perubahan Sosial
            Kalau di atas telah disinggung berbagai persoalan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat maupun di lingkungan lembaga pendidikan (sekolah), baik pendidikan tradisional maupun modern, sekarang bagaimana dengan peran pendidikan nasional sebagai pendorong perubahan sosial?
            Dalam UU Sisdiknas 2003 Pasal 3 dikatakan bahwa: pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Dalam UU Sisdiknas di atas, nampak bahwa fungsi pendidikan nasional sebagai salah satu faktor perubahan sosial atau pengembangan potensi/kompetensi peserta didik. Perubahan-perubahan tersebut adalah :
  • Pengembangan kemampuan (baik intelektual maupun interaksi sosial)
  • Pembentukan watak
  • Pembentukan peradaban bangsa yang bermartabat di mata bangsa lain.
  • Mencerdaskan bangsa kehidupan bangsa.
Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
            Melihat nilai-nilai perubahan sosial yang terangkum dalam fungsi pendidikan nasional, dapat kita tarik kesimpulan bahwa pendidikan nasional memiliki muatan nilai sebagai pendorong terjadi perubahan sosial, khususnya pengembangan potensi/ kompetensi peserta didik sebagai salah satu bagian dari masyarakat (sosial).

            Sebagaimana pandangan pendidikan transformatif terhadap individu bukanlah sebagai suatu entity yang telah jadi, tetapi yang sedang menjadi. Individu mempunyai peran emansipasif di dalam kehidupan sosial budaya, termasuk melalui proses pendidikan dalam lingkungan keluarga (batih) dan sekolah. Di dalamnya peranannya yang emansipatif tersebut maka individu bukan hanya sebagai obyek dari perubahan sosial, tetapi sekaligus pula berperan sebagai faktor dari pengubah dan pengarah dari perubahan social.

            Kalau memang benar bahwa fungsi pendidikan nasional sebagai pendorong perubahan sosial, khususnya untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Tapi kenapa Negara Indonesia terkenal dengan Negara terkorup di Dunia, Kejahatan-kejahatan merajalela, Kerusakan alam dimana-mana. Apakah fungsi nilai-nilai pendidikan sebagai faktor perubahan tidak terealisasikan dalam kehidupan yang nyata?

            Inilah pertanyaan-pertanyaan yang dapat kita jadikan pekerjaan rumah untuk mewujudkan kembali fungsi pendidikan yang benar-benar sebagai pendorong perubahan sosial yang lebih baik, maju dan berperadaban dengan nilai-nilai keagamaan, moral/akhlak mulia.

DAFTAR PUSTAKA

Iman, Muis Sad. 2004. Pendidikan Partisipatif. Yogyakarta: Safiria Insania Press.
Jalal, Faisal dan Supriadi, Dedi (ed.).2001. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
Idi, Abdullah dan Suharto, Toto. 2006. Revitalisasi Pendidikan Islam. Kata Pengantar: Prof. Dr.H.J. Suyuthi Pulungan, M.A. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Tilaar, H.A.R. 2002. Perubahan Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Supriyoko. Ki. Materi kuliah Politik Pendidikan Nasional sessi ke-9 tema: Pendidikan Nasional Sebagai Pendorong Perubahan Sosial.
Usman, Husaini. 2006.
Ella Yulaelawati. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran. Filosofi, Teori,  dan Aplikasi. Bandung: Pakar Raya.
UU Guru & Dosen dan UU Sisdiknas. 2006. Wipress.
www. id.wikipedia.org 

Sabtu, 19 November 2011

MENGAPA HARUS PILIH FKIP DU EKONOMI DI USM CABANG ABDYA


Makalah :

DASAR – DASAR AKUNTANSI


TENTANG

FKIP DU EKONOMI

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

                        NAMA                                       :     AYUZAL
                        UNIT                                         :      B
                        SEMESTER                              :     I (SATU)
                        DOSEN PEMBIMBING         :     DHORIS AMALIA, S.Ak
 


UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN DUNIA USAHA EKONOMI

BANDA ACEH KAMPUS ABDYA



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang membahas tentang “FKIP DU EKONOMI”. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang apa itu FKIP DU EKONOMI.

Saya menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan Makalah ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


                                                                                          Blangpidie, 19 November 2011
                                                                                                            Penulis,



                                                                                                     A  Y  U  Z  A  L





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I    PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah

BAB II   PEMBAHASAN
A.     Apa itu Fkip DU Ekonomi
B.     Alasan mengapa harus memilih Fkip DU Ekonomi
C.     Manfaat kuliah di Jurusan Fkip DU Ekonomi
D.     Harapan kedepan setelah lulus dari Fkip DU Ekonomi

BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan
               B.   Saran


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
            Pada zaman sekarang ini banyak kita liat anak – anak yang putus sekolah baik diperkotaan maupun di perdesaan, akibat keterbatasan perekonomian keluarga mereka. Saya sangat beruntung sekali bisa merasakan indahnya dunia pendidikan dari Tingkat Dasar, Tingkat Menengah Pertama maupun Tingkat Menengah Atas. Karena saya merasa belum puas dengan pendidikan itu, makanya saya melanjutkan keperguruan tingi, yang mana nantinya saya bisa berguna bagi orang tua, bangsa dan negara, serta bisa memenuhi kebutuhan kehidupan sehari – hari. Saya memilih Perguruan Tinggi Universitas Serambi Mekkah cabang Abdya Fkip DU Ekonomi. Dengan saya memili Fkip DU Ekonomi, saya berharap kehidupan saya nanti bisa menjadi lebih baik.

B.  Rumusan Masalah
            Didalam penulisan makalah ini saya harus mengemukakan beberapa point penting, diantaranya :
  1. Apa itu Fkip DU Ekonomi ?
  2. Alasan mengapa harus memilih Fkip DU Ekonomi ?
  3. Manfaat kuliah di Jurusan Fkip DU Ekonomi ?
  4. Harapan kedepan setelah lulus dari Fkip DU Ekonomi ?

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Apa itu Fkip DU Ekonomi
            Fkip DU Ekonomi yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dunia Usaha Ekonomi, yang mana kuliah di Fkip DU Ekonomi mengajar kita cara – cara berusaha baik itu usaha kecil, usaha menengah maupun usaha besar.  Fkip DU Ekonomi juga mengajarkan kita bagaimana seseorang itu memenuhi kebutuhan hidupnya dalam kehidupan sehari – hari, karena hidup berekonomi selalu membutuhkan orang lain sebab manusia itu tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

B.  Alasan mengapa harus memilih Fkip DU Ekonomi
            Alasan saya mengapa harus memilih Fkip DU Ekonomi di bandingkan dengan Fkip Sejarah, karena :
  1. Fkip DU Ekonomi itu mempelajari bagaimana memenuhi kebutuhan manusia sehari – hari.
  2. Fkip DU Ekonomi itu terskreditasi B.
  3. Fkip DU Ekonomi itu sangat erat kaitannya dengan jurusan saya semasa di SMK Negeri 1 Blangpidie, yaitu jurusan Manajemen Bisnis.
  4. Karena di Universitas Serambi Mekkah cabang Abdya hanya membuka dua jurusan, yaitu Fkip DU Ekonomi dan Fkip Sejarah. Karena tidak ada pilihan lain maka saya memilih Fkip DU Ekonomi.

C. Manfaat kuliah di Jurusan Fkip DU Ekonomi
            Manfaat kuliah di Fkip DU Ekonomi sangat berbeda dengan kuliah di Fkip Ekonomi atau kuliah di Fakultas Ekonomi. Yang mana kuliah di Fkip Ekonomi dan kuliah di Fakultas Ekonomi masing – masing memiliki satu fungsi. Fkip Ekonomi hanya bisa bekerja menjadi Guru dan Fakultas Ekonomi hanya bisa bekerja menjadi Karyawan, baik itu dipemerintahan maupun di kantor swasta. Sedangkan kuliah di Fkip DU Ekonomi selain terakreditasi B, juga memiliki dua fungsi, diantaranya :
  1. Fkip DU Ekonomi itu sangat jelas bisa menjadi seorang Guru.
  2. Fkip DU Ekonomi juga bisa menjadi karyawan kantor, baik itu di pemerintahan maupun di kantor swasta.

D. Harapan kedepan setelah lulus dari Fkip DU Ekonomi
            Banyak sekali harapan saya setelah mendapatkan Ijazah Universitas Serambi Mekkah jurusan Fkip DU Ekonomi, diantaranya :
  1. Ingin menjadi Guru
  2. Ingin menjadi pengusaha sukses.


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
            Alhamdulillah ya, saya bisa kuliah di Universitas Serambi Mekkah Fkip DU Ekonomi, yang mana kuliah di Fkip DU Ekonomi akan memberikan sesuatu yang indah di kehidupan saya nantinya, baik menjadi seorang guru maupun menjadi pengusaha sukses.

B.  Saran
Saran ini hanya kepada dosen – dosen yang mengajar di Fkip DU Ekonomi, yaitu  sarannya :
  1. Dosen selalu datang tepat waktu.
  2. Dosen harus memberikan pelajaran yang bermutu kepada kami.
     3.  Dosen jangan banyak sekali liburnya.