KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada kehadirat Allah SWT, karena Berkat Karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas pendataan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB
) Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya yang berbentuk makalah dengan baik
dan benar.
Pendataan ini bertujuan untuk memenuhi tugas dari Dosen Pembimbing Mata Kuliah
“ DASAR – DASAR GEOGRAFI EKONOMI ”.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing Mata Kuliah Dasar – Dasar Geografi Ekonomi
yaitu Bapak Pril Huseni, SE, yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat
bagi kami dalam proses perkuliahan.
Kami menyadari bahwa dalam pendataan PDRB dan penulisannya masih jauh
dari kesempurnaan, Berdasarkan hal tersebut kami mengharapkan masukan berupa
kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua,
terutama bagi kami dari Kelompok III. Amin Yarabbal ‘Alamin.
Desa
Gadang Rawa, 15 Juni 2012
Ketua
Kelompok Susoh I
A Y
U Z A L
NPM
: 1111000583
ANGGOTA
KELOMPOK SUSOH I
ANGGOTA 1 ANGGOTA
2 ANGGOTA
3
A S N A W A T I ASHARI EKO PUTRA S A
R I N
A H
NPM : 1111050110 NPM : 1111050107 NPM : 1111050059
NPM : 1111050110 NPM : 1111050107 NPM : 1111050059
ANGGOTA 4 ANGGOTA
5 ANGGOTA
6
D E V A
L I A N I MUHAMMAD HUSNI SISKA DIANA SARI NPM : 1111050085 NPM : 1111050089 NPM : 1111050070
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I KABUPATEN
A. Kabupaten
Aceh Barat Daya
B. Perekonomian di Kabupaten Aceh Barat Daya
C. Potensi di Kabupaten Aceh Barat Daya
1. Perkebunan
2. Pertanian
3. Ketuhanan
4. Perikanan
5. Pariwisata
6. Pertambangan
D. Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya
BAB II KECAMATAN
A.
Pengertian Kecamatan
B. Kecamatan Susoh
1. Mukim Durian Rampak
2. Mukim Palak Kerambil
3. Mukim Pinang
4. Mukim Rawa
BAB
III PDRB KECAMATAN SUSOH
A. PDRB
Kecamatan Susoh Tahun 2012
1. Sektor Pertanian
2. Sektor Perkebunan
3. Sektor Perikanan
4. Sektor Pertambangan
5. Sektor Jasa
6. Sektor Perdagangan
D. Jumlah Keseluruhan Sektor
BAB I
KABUPATEN
A.
Kabupaten Aceh Barat
Daya
Kabupaten
Aceh Barat Daya adalah salah satu kabupaten
di Provinsi Aceh,
Indonesia.
Kabupaten ini resmi berdiri setelah disahkannya Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 4 Tahun 2002. Aceh Barat Daya sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan bukanlah merupakan
ekses dari reformasi pada tahun 1998 semata. Meskipun perubahan pemerintahan
nasional saat itu mempercepat pemekaran tersebut, namun wacana untuk pemekaran
itu sendiri sudah berkembang sejak sekitar tahun 1960-an. Wilayah ini termasuk
dalam gugusan pegunungan Bukit Barisan. Penduduk Aceh Barat Daya
didominasi oleh etnis Aceh (88%). Sedangkan sisanya adalah
orang-orang Minangkabau atau yang biasa dikenal dengan Aneuk Jamee
(12%).
B. Perekonomian di Kabupaten Aceh
Barat Daya
Aceh Barat
Daya mengandalkan sektor pertanian dan perdagangan untuk kelangsungan
perekonomiannya. Hal ini ditunjang dengan posisinya yang sangat strategis di
jalur dagang kawasan barat Aceh, khususnya kota Blangpidie
yang sejak dulu menjadi pusat perdagangan di pantai barat Aceh. Sebenarnya bila
kondisi keamanan semakin membaik, banyak sekali potensi yang dapat digali di
kawasan ini, seperti pariwisata, karena posisinya yang merupakan paduan antara
pantai Samudera Hindia dan Bukit Barisan yang hijau. Selain itu Aceh Barat Daya
dapat dikembangkan sebagai kawasan agroindustri, agribisnis dan peternakan
terpadu serta sektor lain yang akan berkembang.
C. Potensi di Kabupaten Aceh Barat
Daya
1. Perkebunan
Potensi wilayah 32.417 Ha, areal Taman
11.850 Ha, cadangan areal 20.567 Ha.
2. Pertanian
Potensi
wilayah 21.296 Ha, areal taman 16.450 Ha, cadangan areal 4.846 Ha.
3. Kehutanan
Hutan
lindung 31.375 Ha, Taman Nasional Gunung Leuser 62.400 Ha, Hutan Produksi
Terbatas 36.165 Ha.
4. Perikanan
·
Darat: Budi Daya Air Payau 10
Ha, Budi Daya Air Tawar 20 Ha
·
Laut/Danau/Sungai: Kerambah 5
unit (sungai)
5. Pariwisata
·
Wisata Alam Gosong Sangkalan,
Taman Wisata Cemara Indah, Wisata Pantai Kuala.
· Pariwisata Gunung: Bendungan
irigasi Krueng Susoh Blang Pidie, Marga Satwa Leuser (Pucuk Kila).
6.
Pertambangan
Kabupaten
Aceh Barat Daya memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup kaya,
diantaranya Bijih Besi, Pasir Zirkon dan Galena. Juga terdapat batuan yang
dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk mineral. Namun hingga saat ini masih
belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dalam
mempercepat pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral, sesuai dengan
Qanun No. 1 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat
Daerah telah terbentuk SKPD Dinas Pertambangan dan Energi.
D. Kecamatan di Kabupaten Aceh
Barat Daya
Kabupaten Aceh Barat Daya terdiri dari 9
Kecamatan dan dan terdiri dari 132 desa/kelurahan, yang meliputi :
·
Babah Rot (1 Mukim, 7 desa/kelurahan)
·
Blangpidie (1 Mukim, 20 desa/kelurahan)
·
Jeumpa (4 Mukim, 10 desa/kelurahan)
·
Kuala Batee (3 mukim,20 desa/kelurahan)
·
Lembah Sabil (3 mukim, 12 desa/kelurahan)
·
Manggeng (1 mukim, 18 desa/kelurahan)
·
Setia (2 mukim, 6 desa/kelurahan)
·
Susoh (4 mukim, 29 desa/kelurahan)
. Tangan-Tangan (1 mukim, 15
desa/kelurahan)
BAB II
KECAMATAN
A. Pengertian Kecamatan
Kecamatan
adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia
di bawah kabupaten
atau kota.
Kecamatan terdiri atas desa-desa
atau kelurahan-kelurahan.
Kecamatan atau sebutan lain adalah wilayah
kerja camat
sebagai perangkat daerah kabupaten/kota (PP. 19 tahun 2008). Kedudukan kecamatan merupakan
perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai
wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh camat. Pembentukan
kecamatan adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai kecamatan di kabupaten/kota. Penghapusan
kecamatan adalah pencabutan status sebagai kecamatan di wilayah kabupaten/kota. Penggabungan
kecamatan adalah penyatuan kecamatan yang dihapus kepada kecamatan lain.
Kecamatan merupakan perangkat daerah
kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah
kerja tertentu dan dipimpin oleh camat. Sedangkan Camat berkedudukan di bawah
dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris daerah.
Organisasi kecamatan dipimpin oleh (1) satu camat, 1 (satu) sekretaris
(kecamatan), paling banyak 5 (lima) seksi yang masing-masing dipimpin oleh 1
(satu) kepala seksi, dan sekretariat membawahkan paling banyak 3 (tiga) sub
bagian yang masing-masing dikepalai oleh 1 (satu) kepala sub bagian.
B. Kecamatan Susoh
Susoh adalah
sebuah kecamatan
di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi
Nanggröe Aceh Darussalam, Indonesia.
Berikut adalah Daftar Desa/Kelurahan per Mukim yang ada
di Kecamatan Susoh :
1. Mukim
Durian Rampak
- Desa
Barat
- Desa
Durian Jangek
- Desa
Durian Rampak
- Desa
Palak Hilir
- Desa
Palak Hulu
- Desa
Pante Perak
- Desa
Rumah Dua Lapis
2. Mukim
Palak Kerambil
- Desa
Baharu
- Desa
Kedai Palak Kerambil
- Desa
Kedai Susoh
- Desa
Ladang
- Desa
Panjang Baru
3.
Mukim
Pinang
- Desa
Padang Baru
- Desa
Pawoh
- Desa
Pinang
- Desa
Pulau Kayu
- Desa
Rumah Panjang
- Desa
Ujung Padang
4. Mukim
Rawa
- Desa
Blang Dalam
- Desa
Cot Macang
- Desa
Gadang
- Desa
Kepala Bandar
- Desa
Lampoh Drien
- Desa
Meunasah
- Desa
Padang Hilir
- Desa
Padang Panjang
- Desa
Rubek Meupayong
- Desa
Tengah
BAB III
PDRB KECAMATAN SUSOH
A. PDRB Kecamatan Susoh Tahun 2012
PDRB adalah singkatan dari Produk Domestik Regional
Bruto atau bias di sebut juga pendapatan dalam daerah. PDRB terdiri dari banyak
sektor, diantaranya adalah :
1. Sektor
Pertanian
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya
hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan
baku industri,
atau sumber energi,
serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Sektor Pertanian terdiri
dari : Padi, Jagung, Terong, Kacang, Bawang Merah, Cabe Besar, Sayuran dan lain
– lain.
Kert :
- Padi di produksi setelah panen.
Harga jualnya Rp 5.000.000 / kali panen. Padi dalam setahun panen sebanyak 2
kali.
- Jagung Harga jualnya 1 buah Rp
2,000. Dalam sehari terjual sebanyak 15 buah Jagung.
- Terong Harga Jualnya Rp
6.000/kg. Dalam sehari terjual sebanyak 2 kg.
- Harga jual Kacang Rp
24.000/bambu dalam sehari.
- Bawang Merah harga jualnya Rp
8.000/kg.
- Cabe Besar harga jualnya Rp
40.000/kg.
- Sayuran terdiri dari beberapa
sayur. Satu ikat sayur rata – rata Rp 1.000, Jadi dalam satu hari terjual 20
ikat sayur.
2.
Sektor
Perkebunan
Lahan perkebunan adalah lahan usaha pertanian yang
luas, biasanya terletak di daerah tropis atau subtropis, yang digunakan untuk menghasilkan komoditi
perdagangan (pertanian)
dalam skala besar dan dipasarkan ke tempat yang jauh, bukan untuk konsumsi lokal.
Perkebunan dapat ditanami oleh tanaman keras/industri
seperti kakao,
kelapa,
dan teh,
atau tanaman hortikultura seperti pisang, anggur, atau anggrek.
Sektor Perkebunan terdiri dari : Sawit, Nilam, Pisang dan lain – lain.
Ket :
- Sawit di ambil hasilnya selama
20 ( dua puluh ) hari sekali. Dalam satu kali pengambilan sebanyak 4 ton, harga
1 ton sawit Rp. 120.000,-. Jadi keseluruhannya adalah Rp 4.800.000,-. Dalam
setahun 18 kali di Produksi.
-
Nilam di ambil hasilnya selama
3 ( tiga ) bulan sekali dengan harga Rp 700.000,-. Dalam setahun berarti 4 kali
di produksi.
- Pisang harga jualnya dalam
sehari Rp 30.000.
3. Sektor
Perikanan
Perikanan adalah kegiatan manusia yang
berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan.
Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya
mencakup ikan,
amfibi
dan berbagai avertebrata penghuni perairan dan wilayah yang
berdekatan, serta lingkungannya. Usaha perikanan adalah semua usaha perorangan
atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan (usaha penetasan, pembibitan, pembesaran) ikan, termasuk
kegiatan menyimpan, mendinginkan atau
mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi
pelaku usaha (komersial/bisnis). Sektor Perikanan terdiri dari : Tambak, Laut
dan lain – lain.
Ket :
- Tambak berarti hasil penjualan
ikan dari air tawar. Dalam satu hari penjualannya sebanyak ½ kg. 1 kg harganya
Rp 40.000.
- Hasil penjualan ikan dari laut
sebanyak 15 tumpuk ikan. Satu tumpuk ikan seharga Rp 15.000.
4.
Sektor
Pertambangan
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam
rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan
penjualan bahan galian (mineral,
batubara,
panas bumi,
migas). Sektor Perikanan
terdiri dari : Minyak Tanah, Biji Besi dan lain – lain.
Ket :
- Minyak Tanah di jual per bambu
Rp 22.000. Dalam sehari terjual 15 bambu.
- Batu Besi dalam sehari
pendapatannya rata – rata 603.
5. Sektor Jasa
Dalam ilmu ekonomi,
jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi
dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan
transfer kepemilikan.
Sektor Jasa terdiri dari : Tukang Cukur, Tukang Jahit, Tukang Tambal Ban,
Tukang Bangunan, Tukang Becak dan lain – lain.
Ket :
- Tukang Cukur satu kepala Rp
10.000. Dalam sehari 10 kepala.
- Tukang Jahit dalam sehari bias
mencapai Rp 500.000.
- Tukang Tambal Ban satu kali
tambal ban Rp 8.000. Dalam sehari 3 kali tambal ban.
- Tukang Bangunan sehari rata –
rata Rp 50.000.
- Tukang Becak dalam sehari bias
mendapatkan uang sebesar Rp 80.000.
6. Sektor Perdagangan
Perdagangan atau perniagaan adalah kegiatan
tukar menukar barang atau jasa atau keduanya. Pada masa awal sebelum uang ditemukan, tukar
menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang. Pada masa
modern perdagangan dilakukan dengan penukaran uang. Setiap barang
dinilai dengan sejumlah uang. Pembeli akan menukar barang atau jasa dengan
sejumlah uang yang diinginkan penjual.
Ket :
- Usaha Mie So dan Mie Goreng di
Kampung Gadang Rawa Dusun Sepakat semangkok/piring Rp 3.000. dalam satu hari
rata – rata pendapatannya 50 mangkok/piring.
- Jualan barang sembako dalam
sehari terjual beberapa barang. Jadi pendapatannya Rp 200.000/hari.
- Jualan kue dijual satu buah
dengan harga Rp 500. Dalam sehari terjual 300 buah kue.
- Usaha warnet pendapatannya
dalam sehari semalam rata – rata Rp 250.000.
B.
Jumlah Keseluruhan
Sektor
Jumlah
keseluruhan dari Sektor Pertanian, Sektor Perkebunan, Sektor Perikanan, Sektor Pertambangan, Sektor Jasa dan Sektor Perdagangan adalah sebagai berikut:





