Puisi ini dibuat 6 Tahun yang lalu. Untuk mengenang Tsunami, makanya saya lampirkan puisi ini......
TRAGEDI 26 DESEMBER 2004
Pada hari yang sangat cerah
Bumi Serambi Mekah kembali
Di hantam bencana
Gempa yang melanda Bumi Tanah Rencong
Di susul dengan Gelombang Tsunami
Dalam sekejap Bumi Tanah Rencong
Telah menjadi tanah penuh dengan Jenazah
Mayat - mayat tak berdosa menjadi korban
Manusia banyak kehilangan
Sanak saudara dan harta bendanya
Sungguh dasyat bencana
Yang engkau kirimkan kepada kami
Mengapa engkau titipkan bencana ini
Kepada kami yang tak berdaya
Satu yang mengkhianati dan mengingkari janjimu
Mengapa beribu yang kau ambil
Tuhan......Inikah ujian dan peringatan
Yang engkau berikan kepada kami
Semoga atas peringatanmu
Menjadikan kami selalu
Ingat akan dirimu
Di hantam bencana
Gempa yang melanda Bumi Tanah Rencong
Di susul dengan Gelombang Tsunami
Dalam sekejap Bumi Tanah Rencong
Telah menjadi tanah penuh dengan Jenazah
Mayat - mayat tak berdosa menjadi korban
Manusia banyak kehilangan
Sanak saudara dan harta bendanya
Sungguh dasyat bencana
Yang engkau kirimkan kepada kami
Mengapa engkau titipkan bencana ini
Kepada kami yang tak berdaya
Satu yang mengkhianati dan mengingkari janjimu
Mengapa beribu yang kau ambil
Tuhan......Inikah ujian dan peringatan
Yang engkau berikan kepada kami
Semoga atas peringatanmu
Menjadikan kami selalu
Ingat akan dirimu
Karya : Rizal Putra Abdya
Video Tsunami 6 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan pesan Anda......